MAKALAH MANUSIA
DAN PENDERITAAN
ILMU
BUDAYA DASAR
NAMA
: ARIEF DWI PANGESTU
KELAS
: 1IA14
NPM
: 50417936
TEKNIK
INFORMATIKA
DAFTAR
ISI
KATA
PENGANTAR
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR
BELAKANG
BAB
II PEMBAHASAN
2.1
PENGERTIAN PENDERITAAN
2.2
SIKSAAN
2.3
KEKALUTAN MENTAL
2.4 PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
2.5 PENDERITAAN,MEDIA MASSA DAN
SENIMAN
2.6 PENYEBAB MUNCULNYA PENDERITAAN
2.7 PENGARUH PENDERITAAN
BAB
III PENUTUP
KESIMPULAN
DAFTAR
PUSTAKA
KATA
PENGANTAR
Makalah tentang Manusia dan
Penderitaan ini di susun dan di persiapkan sebagai makalah petunjuk atau pegangan mahasiswa agar memperoleh wawasan
atau gambaran serta memperoleh pengetahuan dan pengertian tentang
kehidupan sehari - hari yang terjadi disekitar masyarakat yang
sering kita rasakan. Serta untuk mempermudah
mahasiswa dalam belajar.
Makalah ini memang masih jauh dari
sempurna baik dalam isi, susunan maupun cara penyajiannya. Untuk itu segala
kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan dari pembaca.
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Penderitaan
merupakan realitas dunia dan manusia. Peranan individu juga menentukan
berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap
penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.
Karena
penderitaan yang banyak jenisnya. Ada yang mendapat hikmah yang besar dari
suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kehancuran dalam hidupnya. Oleh
karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang
lain.
Semua orang pasti pernah mengalami sebuah penderitaan, entah itu
penderitaan fisik, penderitaan batin, penderitaan materi atau apapun itu,
tetapi sikap setiap orang untuk menghadapi sebuah penderitaan berbeda-beda. Ada
yang bersikap pasrah dan tidak menerima keadaan itu tetapi ada juga yang
bersikap menerima dan berusaha untuk memperbaiki keadaan yang ada agar
penderitaan itu berakhir. Sikap itu lah yang membedakan taraf kesabaran
manusia.
Ada satu hal yang menjadi pintu
gerbang yang menjadi penentu keberhasilan seseorang. Hal yang dimaksud adalah
mental. Setiap jiwa manusia memiliki mental dan mental itulah yang membuat
bergeraknya perbuatan manusia. Kualitas seseorang akan semakin berkualitas
apabila orang tersebut memiliki mental yang baik tetapi akan terjadi sebaliknya
jika seseorang tidak memiliki mental yang baik maka orang tersebut akan
mengalami sebuah jalan hidup yang tidak menyenangkan bahkan dapat memancing
sebuah penderitaan.
Hal yang paling berbahaya adalah
apabila kita sudah mengalami kekalahan mental. Kekalahan mental dapat terjadi
apabila kita tidak mampu menerima suatu keadaan yang sedang terjadi didalam
diri kita. Kekalahan mental yang terjadi didalam diri seseorang maka orang
tersebut tidak akan dapat menyelesaikan seluruh masalah yang sedang dihadapinya
dan orang tersebut dapat menjadi menderita dengan hidupnya. Oleh sebab itulah
mental sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata
derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta yaitu dhra artinya menahan
atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak
menyenangkan. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya
macam kasus penderitaan sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia. Bagaimana
manusia menghadapi penderitaan dalam hidupnya ? penderitaan fisik yagn dialami
manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau
menyembuhkannya, sedangkan penderitan psikis,penyembuhannya terletak pada
kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikik yang dihadapinya.
Penderitaan akan dialami oleh semua
orang, hal itu sudah merupakan “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau
kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan
yang kadang-kadang bennakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya.
Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya,
hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang
diberikanNya? . Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai
pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui
membaca koran tentang terjadinya penderitaan.
Dalam diri manusia itu ada cipta,
rasa dan karsa. Karsa adalah sumber yang menjadi penggerak segala aktivitas
manusia. Cipta adalah realisasi dari adanya karsa dan rasa. Baik karsa maupun
rasa selalu ingin dipuaskan. Karena selalu ingin dilayani, sedangkan rasa
selalu ingin dipenuhi tuntutannya, baru dalam keduanya menemukan apa yang
dicarinya atau diharapkan manusia akan merasa senang dan merasa bahagia.
Apabila karsa dan rasa tidak
terpenuhi apa yang dimaksudkan, manusia akan mendatangkan rasa kurang
mengakibatkan munculnya wujud penderitaan, bahkan lebih dari itu, yaitu rasa
takut. Rasa takut itu justru sudah menyelinap dan datang menyerang kita sebelum
bencana atau bahaya itu datang menyerangnya. Kedua rasa itu termasuk penyakit
batin manusia, maka usaha terbaik ialah menyehatkan bathin itu sendiri, rasa
kurang itu muncul dikarenakan adanya anggapan lebih pada pihak lain.
Faktor – faktor yang mempengaruhi penderitaan itu adalah
faktor internal dan faktor eksternal. Eksternal datangnya dari luar diri
manusia. Factor ini dapat dibedakan atas dua macam ; yaitu eksternal murni dan
tak murni. Eksternal murni adalah penyebab yang benar – benar berasal dari luar diri manusia yang
bersangkutan. Penderitaan itu tidak bukan merupakan akibat ulah manusia yang
bersangkutan.
2.2
Siksaan
Siksaan atau penyiksaan (Bahasa
Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk
menghancurkan kekerasan hati korban. Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan
badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat
siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Segala tindakan yang
menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan
sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam,
hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk
propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan.
Siksaan
dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan.
Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : kebimbangan, kesepian, ketakutan.
Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.banyak
sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : claustrophobia
dan agoraphobia, gamang, ketakutan, kesakitan, kegagalan.
Para ahli ilmu jiwa cenderung
berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis
yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya
akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah laku penderita percaya
bahwa suatu phobia adalah problem nya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya
supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa
tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan
ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.
Banyaknya
macam kasus penderitaan sesuai dengan liku liku kehidupan manusia. Penderitaan
fisik yang dialami manusia tentulah diatasi dengan cara medis untuk mengurangi
atau menyembuhkannya, sedangkan penderitaan psikis, penyembuhan nya terletak
pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal-soal psikis yang
dihadapinya.
2.3
Kekalutan Mental
Penderitaan
batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih
sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan
seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan
bertingkah laku secara kurang wajar.
Gejala
permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
1. Nampak pada jasmani yang
sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
2. Nampak pada kejiwaannya dengan
rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap
gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada
gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani.
2. Usaha mempertahankan diri
dengan cara negative.
3. Kekalutan merupakan titik
patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab-sebab
timbulnya kekalutan mental :
1. Kepribadian yang lemah akibat
kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
2. Terjadinya konflik sosial
budaya.
3. Cara pematangan batin yang
salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial.
Proses
kekalutan mental yang dialami seseorang mendorongnya kearah positif dan
negatif.
·
Dalam
hal positif : Trauma jiwa yang dialami
dijawab dengan baik sebagai usaha agar tetap survey dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut,
ataupun melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam hidupnya.
·
Dalam
hal negative : Trauma yang dialami
diperlarutkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat tidak
tercapai nya apa yang diinginkan.
Bentuk
- bentuk frustrasi :
1. Agresi berupa kemarahan yang
meluap-luap akibat emosi yang tak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadi hipertensi atau
tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2. Regresi adalah kembali pada
pola perilaku yang primitif atau ke kanak-kanakan.
3. Fiksasi adalah peletakan
pembatasan pada satu pola yang sama (tetap) misalnya dengan membisu.
4. Proyeksi merupakan usaha
melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif
kepada orang lain.
5. Identifikasi adalah menyamakan
diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya.
6. Narsisme adalah self love yang
berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari pada orang lain.
7. Autisme adalah menutup diri
secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasi nya
sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.
Penderitaan
kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1. Kota – kota besar
2. Anak-anak berusia muda
3. Wanita
4. Orang yang tidak beragama
5. Orang yang terlalu mengejar
materi
2.4
Penderitaan Dan Perjuangan
Penderitaan pasti di alami oleh
setiap individu. Namun, jika individu tersebut tidak mencoba berjuang untuk
bangkit dari keterpurukan, hanya depresi dan kekalutan yang akan terus
dirasakan. Salah satu cara untuk terlepas dari keterpurukan adalah dengan cara
berjuang melewati keterpurukan tersebut. Tetapi, ingin berjuang untuk bangkit
dari keterpurukan atau tidak, itu tergantung dari setiap individu itu sendiri
yang mengalami penderitaan tersebut.
Pembebasan dari penderitaan pada
hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. caranya yaitu berjuang menghadapi
tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan
disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Manusia
hanya merencanakan dan Tuhan yang menentukan.
Mendekatkan
diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, selelu berfikir positif, dan tetap bersemangat
menjalani kehidupan, merupakan contoh-contoh tindakan untuk terlepas dari
hal-hal atau dampak suatu penderitaan. Walaupun tidak mudah untuk bangkit dari
penderitaan, namun jika terus berjuang, terus mencoba untuk bangkit pasti akan
dapat terlepas dari dampak penderitaan tersebut.
2.5
Penderitaan, Media Massa Dan Seniman
Beberapa sebab lain yang
menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang.
dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo,
jatuhnya pesawat hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet,
Meletusnya gunung galunggung,perang Irak-Iran.
Berita mengenai penderitaan manusia
silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, pesawat radio, dengan maksud
supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan
manusia. Dengan demikiaan dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu.
Nyatanya tidak sedikit bantuan dari para dermawan dan sukarelawan berupa
material atau tenaga untuk meringankan penderitaan dan penyelamatan mereka dari
musibah ini. Bantuan-bantuan ini dilakukan secara perseorangan ataupun melalui
organisasi-organisasi sosial, kemudian dikirimkan atau diantarkan langsung ke
tempat-tempat kejadian dan tempat-tempat pengungsian.
Media
masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan
peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakt. Dengan
demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama
manusia terutama bagi yang merasa simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya
komunikasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para
pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya
seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bemama Arie Hangara yang mati
akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul “Arie Hangara”.
2.6
Penyebab Munculnya Penderitaan
Berdasarkan sebab-sebab
timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dibagi menjadi 2 kelompok yakni :
1. Penderitaan yang muncul karena
perbuatan buruk manusia.
Penderitaan ini muncul
disebabkan hubungan antara manusia dengan lingkungan sekitarnya baik dengan
antar sesama manusia ataupun dengan alam. Penderitaan ini dapat muncul karena
ketidak harmonisan antara elemen satu dengan yang lainnya. contohnya pada
hubungan dalam bermasyarakat, ada kalanya didalam bermasyarakat terdapat
perbedaan pendapat yang dapat menimbulkan perselisihan diantara satu dengan
yang lainnya, hal ini bisa saja mengakibatkan timbulnya rasa dengki, marah,
bahkan saling menuduh atau menjelek-jelekan. Dalam hal ini, penderitaan yang
dialami adalah penderitaan secara batin karena terdapat rasa sakit hati hingga
timbul rasa ketidak harmonisan. Selain
karena ketidak harmonisan dengan sesama, ketidak harmonisan dengan alam juga
dapat membawa penderitaan.
Contohnya apa yang sedang
terjadi saat ini yaitu bencana alam terjadi dimana-mana. Karena kesalahan
manusia terhadap alam lah yang membuat alam menjadi tidak bersahabat lagi dengan
manusia maka muncul lah penderitaan pada setiap orang yang terkena bencana
alam. penderitaan yang dialami adalah penderitaan secara fisik dan batin,
karena mereka yang terkena bencana alam harus rela kehilangan harta benda
bahkan keluarga mereka.
2. Penderitaan yang muncul karena
suatu penyakit/siksaan.
Penderitaan manusia dapat juga
terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal,
dan sifat optimis dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan
itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia. Beberapa
kasus penderitaan dapat diungkapkan seperti berikut ini : Seorang anak lelaki
buta sejak diahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanya. Ia disekolahkan,
kecerdasannya luar biasa. Walaupun ia tidak dapat melihat dengan mata hatinya
terang benderang. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di
universitas dan akhirnya memperoleh gelar doctor di Universitas Sourbone
Perancis. Dan dia adalah Prof.Dr. Thaha Husen, guru besar Universitas di Kairo,
Mesir.
2.7
Pengaruh Penderitaan
Pengaruh penderitaan dapat berupa
kekecewaan, duka, kesedihan, kekacauan hati dan fikiran. Pengaruh penderitaan
juga dapat berupa perubaahn pola berfikir seseorang, perubahan tingkah laku,
serta pandangan hidup seseorang. Tidak dapat dipungkiri jika suatu penderitaan
yang di alami oleh setiap orang, masih banyak yang berpandangan bahwa
penderitaan hanya membawa dampak buruk atau pengaruh buruk bagi mereka. Berikut
ini salah satu contoh sikap dari pengaruh penderitaan dalam hal negitif dan
positif :
·
Sikap
negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa,
atau ingin bunuh diri. Kelanjutan
dari sikap negatif ini dapat timbul sikap anti, misalanya anti kawin atau tidak
mau kawin, tidak punya
gairah hidup, dan sebagainya.
·
Sikap
positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian
penderitaan, melainkan
perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu adalah hanya
bagian dari kehidupan.
Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul
sikap keras atau sikap anti. Misalnya
sifat anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa, dan lain lain.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pada
hakekatnya penderitaan dan manusia itu berdampingan . karena penderitaan
merupakain rangkaian dari kehidupan. Setiap orang pasti pernah mengalami
penderitaan.
Penderitaan
itu dapat teratasi tergantung bagaiaman seseorang menyikapi penderitaan tersebut.
Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari penderitaan
Tidak
semua penderitaan yang dialami oleh seseorang membawa pengaruh buruk bagi orang
yang mengalaminya. Melainkan dengan penderitaan kita dapat mengetahui kesalahan
apa yang telah kita perbuat. Karena penderitaan tidak akan muncul jika tidak
ada penyebabnya.
Agar
manusia tidak mengalami penderitaan yang berat untuk itu manusia harus bisa
menjaga sikap dan kelakuannya baik kepada sesama manusia, alam sekitar , maupun
kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yakin dan percaya bahwa Tuhan tidak akan memberikan
cobaan diluar batas kemampuan umatnya.
DAFTAR
PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar